Kec. XIII Koto Kampar
Kab. Kampar - Riau
Hari ini | : | 334 |
Kemarin | : | 387 |
Total | : | 183.815 |
Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
IP Address | : | 18.117.189.90 |
Browser | : | Mozilla 5.0 |
Identitas
Desa
Aparatur
Desa
Ruang
Lapor
Nama Desa | : | Pulau Gadang |
Kode Desa | : | 1401042010 |
Kecamatan | : | XIII Koto Kampar |
Kode Kecamatan | : | 140104 |
Kabupaten | : | Kampar |
Kode Kabupaten | : | 1401 |
Provinsi | : | Riau |
Kode Provinsi | : | 14 |
Kode Pos | : | 28453 |
SYOFIAN,SH.,MH.,NL.P
LUKMAN HAKIM
EKON ARIANTO
ARAFIK
RIANI
HENI NURMALA SARI
ERIK SAPUTRA
VELLA SRINOVITA
RANDA JUSRIZANDI
MEMI PERNANDO
NOVRISON
FAHRUL ROZI
082115619998
Desa.pulaugadang@kamparkab.go.id
Layanan Pengaduan
Jl. Poros Pulau Gadang , Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar - Provinsi Riau
Operator
09 April 2024
136 Kali dibuka
Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh
Para tokoh masyarakat, tokoh agama, nenek mamak, cerdik pandai, para pengurus masjid dan mushola yang saya hormati. Segenap pimpinan dan anggota BPD, Perangkat Desa dan Pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa yang saya hormati. Para tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemuda , seluruh anak kemanakan yang saya hormati.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan petunjuk, kekuatan, kemudahan dan keleluasaan kepada kita, sehingga kita masih bisa melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Alloh dan khalifah di muka bumi ini. Sebuah tugas yang sesungguhnya berat tetapi sangat mulia, yang menjadikan posisi manusia sebagai makhluk yang terhormat dibanding makhluk yang lainnya.
Pada kesempatan ini tidak lupa saya sampaikan ‘SELAMAT’ kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat Desa Pulau Gadang yang telah lulus menunaikan salah satu kewajiban sebagai umat Islam yaitu ibadah puasa. Kita berharap mudah-mudahan puasa yang sudah kita lakukan diterima oleh Alloh dan mampu memperkuat batin dan keimanan kita sehingga seusai puasa kita dapat menemukan kembali diri kita sebagai manusia yang tercerahkan dan dipenuhi dengan banyak nur kebahagiaan. Dan dengan berpuasa mudah-mudahan kita kembali kepada fitrah kita, yaitu menjadi manusia yang kembali berada dalam kesucian. Sehingga menjadi layaklah kalau hari ini kita sebut sebagai hari kemenangan.
Bagi kita umat Islam, ibadah puasa menjadi ibadah yang sangat penting dan istimewa, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits Qudsi “Semua amal Anak Adam dilipatgandakan. Kebaikan dilipatgandakan sepuluh sampai seratus kali, kecuali puasa, kata Tuhan. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan pahalanya”.
Sayyed Hossein Nasr, dalam bukunya: Ramadan: Motivating Believers to Action: An Interfaith Perspective, mengatakan, “Aspek paling sulit dari puasa ialah ujung pedang pengendalian diri yang diarahkan pada jiwa hewani, al-nafs al ammarah seperti disebut dalam Al-Qur’an”.
Dalam puasa, kecenderungan jiwa hewani untuk memberontak perlahan-lahan dijinakkan dan ditenangkan melalui penaklukkan kecenderungan ini secara sistematis pada kehendak Illahi. Berpuasa adalah memakai perisai kesucian dalam menghadapi nafsu duniawi. Dalam puasa, manusia diingatkan bahwa ia telah memilih Tuhan di atas hawa nafsunya.
Aktivitas puasa adalah mengendalikan bagian-bagian dalam diri fisik kita untuk melakukan pengendapan, diam, tunduk, memasuki ‘kosong’, agar berjumpa dengan ‘isi yang sejati’. Puasa menjadi metode yang paling praktis dan mendasar bagi proses pembebasan dan penyelamatan manusia atas dirinya sendiri. Meniadakan diri dan menenggelamkan diri pada Yang Maha Kuasa, itulah hakikat puasa.
Masyarakat pulau gadang yang berbahagia....
Puasa dengan demikian telah memungkinkan kita untuk membangun diri pribadi yang muthmainah. Diri pribadi yang muthmainah adalah diri pribadi yang selalu mendapatkan ketaqwaan yang mendorong kepada perbuatan baik dan ihsan. Diri pribadi yang seperti ini pada hakikatnya selalu siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Dan diri pribadi seperti ini pulalah yang sesungguhnya pada saat ini dibutuhkan dalam menggerakkan proses pembangunan di segala bidang.
Dalam konteks pembangunan, diri pribadi yang muthmainah memiliki arti yang sangat penting. Diri pribadi yang muthmainah – dengan meminjam istilah Bung Karno – bisa kita sebut sebagai bagian dari investasi mental (mental investment) dalam pembangunan. Untuk menjalankan pembangunan, kata Bung Karno, kita harus menjalankan persiapan di tiga lapangan, yaitu lapangan materiil (material investment), lapangan kecakapan (human skill investment) dan lapangan batiniah (mental investment). Dan disini dengan tegas Bung Karno mengatakan bahwa tidak ada suatu bangsa dapat berjuang hebat jikalau batinnya tidak terbuat dari nur iman yang sekuat-kuatnya.
Dari penjelasan yang saya sampaikan di atas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa betapa pentingnya peran agama dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Agama telah meletakkan pondasi dasar berupa kerangka etik dan moral dalam pelaksanaan pembangunan. Agama telah memungkinkan pembangunan yang dilaksanakan bisa terarah menuju pada peningkatan harkat dan martabat manusia untuk menuju ketinggian peradaban.
Untuk itu pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut peduli terhadap kemajuan pengembangan keberagamaan dan pembangunan di Desa Pulau Gadang, Dukungan moral, material, pemikiran ataupun kebaikan-kebaikan lain yang telah ditebarkan mudah-mudahan dapat bertumbuh subur menciptakan masyarakat Pulau Gadang yang baldatun, toyyibatun, warobun ghofur.
Masyarakat Pulau Gadang yang saya banggakan....
Pada kesempatan yang berbahagia ini tidak lupa juga saya sampaikan selamat datang kepada para pemudik, di kampung halaman tercinta, Desa Pulau Gadang. Tentu saja saat-saat ini menjadi saat yang membahagiakan buat para pemudik karena bisa berkumpul kembali, melepaskan rindu dengan keluarga, sanak saudara, handai taulan dan sahabat. Saat-saat seperti ini selalu menjadi saat-saat yang penuh makna. Saat-saat dimana kita bisa merasakan hikmah silaturahmi.
Aktivitas bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan pada hakikatnya menunjukkan upaya untuk senantiasa menjaga kedamaian kehidupan bermasyarakat agar selalu dalam tali ukuwah. Dengan bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan, kita berharap dapat mengurangi beban kemanusiaan kita. Dengan bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan kita berharap dapat memperbarui spiritualitas kita. Dengan silaturahmi dan saling maaf memaafkan kita berharap dapat membersihkan hati kita, mensucikan hati kita yang penuh dengan kesalahan dan kekhilafan terhadap sesamanya, sehingga hati kita bisa kembali bersih tercerahkan sekaligus dapat menumbuhkan kekuatan baru untuk mengarungi kehidupan ke depan.
Untuk mengakhiri sambutan ini, perkenankan dengan penuh kerendahan hati, saya secara pribadi, keluarga maupun kedinasan menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga masyarakat Desa Pulau Gadang. Apabila selama bergaul ada lisan yang tak terjaga dengan baik sehingga menyakiti, ada sikap yang membuat tak berkenan sehingga menggores hati ataupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat banyak kekurangan dan kesalahan kami mohon maaf yang setulus-tulusnya. Mudah-mudahan dengan saling maaf memaafkan di hari ini, hilanglah seluruh beban kemanusiaan kita dan kita bisa menyambut hari depan dengan penuh senyuman dan kebahagiaan. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1445H/2024 Masehi. Taqobalallohu mina waminkum. Minal ‘aidzin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. SEKIAN…
Wassalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh
Salam hormat saya
Syofian SH.MH Dt.Majosati
Operator | 09 April 2024 | 136 Kali dibuka
Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh
Para tokoh masyarakat, tokoh agama, nenek mamak, cerdik pandai, para pengurus masjid dan mushola yang saya hormati. Segenap pimpinan dan anggota BPD, Perangkat Desa dan Pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa yang saya hormati. Para tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemuda , seluruh anak kemanakan yang saya hormati.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan petunjuk, kekuatan, kemudahan dan keleluasaan kepada kita, sehingga kita masih bisa melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan kita sebagai hamba Alloh dan khalifah di muka bumi ini. Sebuah tugas yang sesungguhnya berat tetapi sangat mulia, yang menjadikan posisi manusia sebagai makhluk yang terhormat dibanding makhluk yang lainnya.
Pada kesempatan ini tidak lupa saya sampaikan ‘SELAMAT’ kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat Desa Pulau Gadang yang telah lulus menunaikan salah satu kewajiban sebagai umat Islam yaitu ibadah puasa. Kita berharap mudah-mudahan puasa yang sudah kita lakukan diterima oleh Alloh dan mampu memperkuat batin dan keimanan kita sehingga seusai puasa kita dapat menemukan kembali diri kita sebagai manusia yang tercerahkan dan dipenuhi dengan banyak nur kebahagiaan. Dan dengan berpuasa mudah-mudahan kita kembali kepada fitrah kita, yaitu menjadi manusia yang kembali berada dalam kesucian. Sehingga menjadi layaklah kalau hari ini kita sebut sebagai hari kemenangan.
Bagi kita umat Islam, ibadah puasa menjadi ibadah yang sangat penting dan istimewa, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits Qudsi “Semua amal Anak Adam dilipatgandakan. Kebaikan dilipatgandakan sepuluh sampai seratus kali, kecuali puasa, kata Tuhan. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan pahalanya”.
Sayyed Hossein Nasr, dalam bukunya: Ramadan: Motivating Believers to Action: An Interfaith Perspective, mengatakan, “Aspek paling sulit dari puasa ialah ujung pedang pengendalian diri yang diarahkan pada jiwa hewani, al-nafs al ammarah seperti disebut dalam Al-Qur’an”.
Dalam puasa, kecenderungan jiwa hewani untuk memberontak perlahan-lahan dijinakkan dan ditenangkan melalui penaklukkan kecenderungan ini secara sistematis pada kehendak Illahi. Berpuasa adalah memakai perisai kesucian dalam menghadapi nafsu duniawi. Dalam puasa, manusia diingatkan bahwa ia telah memilih Tuhan di atas hawa nafsunya.
Aktivitas puasa adalah mengendalikan bagian-bagian dalam diri fisik kita untuk melakukan pengendapan, diam, tunduk, memasuki ‘kosong’, agar berjumpa dengan ‘isi yang sejati’. Puasa menjadi metode yang paling praktis dan mendasar bagi proses pembebasan dan penyelamatan manusia atas dirinya sendiri. Meniadakan diri dan menenggelamkan diri pada Yang Maha Kuasa, itulah hakikat puasa.
Masyarakat pulau gadang yang berbahagia....
Puasa dengan demikian telah memungkinkan kita untuk membangun diri pribadi yang muthmainah. Diri pribadi yang muthmainah adalah diri pribadi yang selalu mendapatkan ketaqwaan yang mendorong kepada perbuatan baik dan ihsan. Diri pribadi yang seperti ini pada hakikatnya selalu siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Dan diri pribadi seperti ini pulalah yang sesungguhnya pada saat ini dibutuhkan dalam menggerakkan proses pembangunan di segala bidang.
Dalam konteks pembangunan, diri pribadi yang muthmainah memiliki arti yang sangat penting. Diri pribadi yang muthmainah – dengan meminjam istilah Bung Karno – bisa kita sebut sebagai bagian dari investasi mental (mental investment) dalam pembangunan. Untuk menjalankan pembangunan, kata Bung Karno, kita harus menjalankan persiapan di tiga lapangan, yaitu lapangan materiil (material investment), lapangan kecakapan (human skill investment) dan lapangan batiniah (mental investment). Dan disini dengan tegas Bung Karno mengatakan bahwa tidak ada suatu bangsa dapat berjuang hebat jikalau batinnya tidak terbuat dari nur iman yang sekuat-kuatnya.
Dari penjelasan yang saya sampaikan di atas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa betapa pentingnya peran agama dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Agama telah meletakkan pondasi dasar berupa kerangka etik dan moral dalam pelaksanaan pembangunan. Agama telah memungkinkan pembangunan yang dilaksanakan bisa terarah menuju pada peningkatan harkat dan martabat manusia untuk menuju ketinggian peradaban.
Untuk itu pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut peduli terhadap kemajuan pengembangan keberagamaan dan pembangunan di Desa Pulau Gadang, Dukungan moral, material, pemikiran ataupun kebaikan-kebaikan lain yang telah ditebarkan mudah-mudahan dapat bertumbuh subur menciptakan masyarakat Pulau Gadang yang baldatun, toyyibatun, warobun ghofur.
Masyarakat Pulau Gadang yang saya banggakan....
Pada kesempatan yang berbahagia ini tidak lupa juga saya sampaikan selamat datang kepada para pemudik, di kampung halaman tercinta, Desa Pulau Gadang. Tentu saja saat-saat ini menjadi saat yang membahagiakan buat para pemudik karena bisa berkumpul kembali, melepaskan rindu dengan keluarga, sanak saudara, handai taulan dan sahabat. Saat-saat seperti ini selalu menjadi saat-saat yang penuh makna. Saat-saat dimana kita bisa merasakan hikmah silaturahmi.
Aktivitas bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan pada hakikatnya menunjukkan upaya untuk senantiasa menjaga kedamaian kehidupan bermasyarakat agar selalu dalam tali ukuwah. Dengan bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan, kita berharap dapat mengurangi beban kemanusiaan kita. Dengan bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan kita berharap dapat memperbarui spiritualitas kita. Dengan silaturahmi dan saling maaf memaafkan kita berharap dapat membersihkan hati kita, mensucikan hati kita yang penuh dengan kesalahan dan kekhilafan terhadap sesamanya, sehingga hati kita bisa kembali bersih tercerahkan sekaligus dapat menumbuhkan kekuatan baru untuk mengarungi kehidupan ke depan.
Untuk mengakhiri sambutan ini, perkenankan dengan penuh kerendahan hati, saya secara pribadi, keluarga maupun kedinasan menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga masyarakat Desa Pulau Gadang. Apabila selama bergaul ada lisan yang tak terjaga dengan baik sehingga menyakiti, ada sikap yang membuat tak berkenan sehingga menggores hati ataupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat banyak kekurangan dan kesalahan kami mohon maaf yang setulus-tulusnya. Mudah-mudahan dengan saling maaf memaafkan di hari ini, hilanglah seluruh beban kemanusiaan kita dan kita bisa menyambut hari depan dengan penuh senyuman dan kebahagiaan. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1445H/2024 Masehi. Taqobalallohu mina waminkum. Minal ‘aidzin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. SEKIAN…
Wassalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh
Salam hormat saya
Syofian SH.MH Dt.Majosati
Populasi
SYOFIAN,SH.,MH.,NL.P
LUKMAN HAKIM
Sekretaris Desa
EKON ARIANTO
Kaur Keuangan
ARAFIK
Kaur Perencanaan
RIANI
Kaur Umum
HENI NURMALA SARI
Kasi Pelayanan
ERIK SAPUTRA
Kasi Pemerintahan
VELLA SRINOVITA
Kasi Kesejahteraan Rakyat
RANDA JUSRIZANDI
KEPALA DUSUN I
MEMI PERNANDO
KEPALA DUSUN II
NOVRISON
KEPALA DUSUN III
FAHRUL ROZI
KEPALA DUSUN IV
Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau
1.018 Kali dibuka
"FILOSOFI TIGO TUNGKU SAJOANGAN SISI HUKUM PROGRESIF"...
832 Kali dibuka
BUPATI KAMPAR SERAHKAN BANTUAN WARGA KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN...
773 Kali dibuka
SUDAH NYATA KEMINANGKABAUAN KITA...
743 Kali dibuka
PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH APARATUR DESA DAN STAF AHLI...
581 Kali dibuka
KETUA UMUM DPD-PAPDESI RIAU KUNJUNGI PABRIK PRODUSEN PUPUK PT.OKURA...
04 April 2025
Wakil Bupati Kampar Takziah ke Kediaman Orang Tua Zulfikar Plt....
31 Maret 2025
Bupati Kampar Dampingi Kapolda Riau Tinjau Pos Pam Lebaran Tahun 2025...
29 Maret 2025
Mewakili Bupati Kampar, Plt. Kadis Kominfo Zulfikar Resmi Tutup...
25 Maret 2025
Usai buka Pangan Murah, Wakil Bupati Kampar Lanjutkan Safari...
25 Maret 2025
Usai buka Pangan Murah, Wakil Bupati Kampar Lanjutkan Safari...
Belum ada agenda terdata
Waktu | 30 Mei 2022 22:08:30 |
Tempat | Kantor Desa |
Waktu | 09 April 2020 05:59:18 |
Tempat | Ruang rapat |
Waktu | 14 Maret 2022 19:30:00 |
Tempat | Dusun I Kampung Mahligai Desa Pulau Gadang |
Waktu | 27 Juni 2022 07:00:01 |
Tempat | Halaman Kantor Desa |
Waktu | 27 Juni 2022 09:00:00 |
Tempat | Aula Kantor Camat |
Waktu | 27 Juni 2022 10:00:00 |
Tempat | Aula Kantor Camat |
Waktu | 18 Juli 2022 07:15:00 |
Tempat | Kantor desa |
Waktu | 18 Juli 2022 13:30:00 |
Tempat | Pekanbaru |
Waktu | 18 Juli 2022 19:30:00 |
Tempat | Cofee kojoali |
Waktu | 19 Juli 2022 08:00:00 |
Tempat | kediaman gubernur |
Waktu | 19 Juli 2022 15:45:00 |
Tempat | Balai Bupati Kampar |
Waktu | 19 Juli 2022 20:00:00 |
Tempat | Rumah Soko Domo |
Waktu | 29 Agustus 2022 07:30:00 |
Tempat | Lapangan Kusuma Bantolo dan Taman Budaya Edukasi |
Waktu | 12 September 2022 07:15:00 |
Tempat | Kantor Desa Pulau Gadang |
Waktu | 17 September 2022 08:00:00 |
Tempat | Tanjung belit Kampar kiri Hulu |
Waktu | 25 September 2022 09:00:00 |
Tempat | Dermaga Tepian Mahligai dan Balai Adat desa Pulau Gadang |
Waktu | 17 Februari 2023 15:00:00 |
Tempat | Pekanbaru |
Waktu | 05 April 2023 11:22:42 |
Tempat | RRI |
Waktu | 24 November 2023 09:28:48 |
Tempat | Singapore |
Waktu | 27 November 2023 09:32:06 |
Tempat | Kalimantan Timur |
Waktu | 28 November 2023 08:30:00 |
Tempat | Kantor Desa Pulau Gadang |
Pulau gadang desa yang mantap ...
sukses selalu puga.. semoga desa nya semakin maju dan mandiri.. bermarwah dan terbilang...
Hari ini | : | 334 |
Kemarin | : | 387 |
Total | : | 183.815 |
Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
IP Address | : | 18.117.189.90 |
Browser | : | Mozilla 5.0 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 2,149,920,659 | Rp. 1,275,518,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 2,091,961,936 | Rp. 1,043,828,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 61,501,277 | Rp. 0 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 1,000,000 | Rp. 100,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 1,163,768,000 | Rp. 1,163,768,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 46,625,746 | Rp. 0 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 729,707,913 | Rp. 111,750,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 209,819,000 | Rp. 0 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 772,859,777 | Rp. 136,506,500 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 724,218,413 | Rp. 590,596,500 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 168,016,746 | Rp. 44,891,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 279,267,000 | Rp. 198,034,000 |
Anggaran | Realisasi |
Rp. 147,600,000 | Rp. 73,800,000 |
Latitude | : | 0.342034 |
Longitude | : | 100.823786 |
Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar - Riau
Syukri
12 April 2024 14:20:02
Semoga MTQ antar persukuan desa Pulau Gadang terlaksana dengan berkesinambungan untuk menghasilkan insan...